Drs. KH. Najib Muhammad : Khidmah yang Totalitas


Sosok teduh dan tawadlu, murah senyum dan doa. Berjalan pelan penuh tunduk menuntun sepedanya, tiap subuh, malam masih menyelimuti dan sore yang mendatangi. Santri yang mengenali langsung menyambut tangannya yang lembut sepenuh hati, Beliau pasti langsung membalas senyumannya yang terpatri. Tanpa berlama lama pasti langsung menuju majelisnya. Mengajari, membimbing santri-santri dengan berbagai fan ilmu yang dikuasainya ikhlas, tanpa pamrih, sepenuh hati dan pasti dengan selipan untaian-untaian mutiara, dan doa yang dipanjatkan untuk murid-muridnya. 

Rumus lima yang harus dihafal sering beliau sampaikan biasanya di kelas. Satu hari satu ayat, satu hadits, satu mufrodat, satu vocab, satu rumus matematika. Tafsir Ahkam, Ulumul Qur'an, dan Nahwu adalah pelajaran yang kami tunggu-tunggu di saban pekan. Kantuk kami hilangkan sejenak di tengah godaan yang melanda disekitar. Hal yang kami ingat waktu itu, ketika di kelas tiga Aliyah, beliau mengajari kami pelajaran Nahwu, di jam terakhir sebelum sholat Dzuhur. Ketika jam pelajaran akan berakhir beliau menyampaikan dengan khas beliau, "Setelah ini bantu nata terpal, jangan karena bukan jadwal, jadikan ini wasilah amal sholih untuk kemudahan kalian melanjutkan studi, nanti Zufar adzan ya!". Langsung sigap setelah bel berbunyi tanpa arahan lagi, kami melaksanakan apa yang beliau sampaikan. 

Sowan dan ngaji ke ndalem beliau, setiap Jum'at pagi, jalan kaki penuh kisah dan cerita pastinya. Nasihat-nasihat yang beliau sampaikan menjadi penyejuk hati, motivasi untuk menjadi insan yang bermanfaat bagi semua. Doa-doa yang beliau panjatkan untuk murid-muridnya, sudah melekat padanya. Satu hari baca 50 halaman, gunakan waktu sebaik-baiknya untuk ngaji, itulah diantara nasehat-nasehat yang sering Beliau ulang-ulang.

Sampai saat ini, beliau selalu hadir dan membimbing serta menemani para santri tanpa ada rasa bosan tiada henti. Jarak dan batas antara rumah beliau dengan majelisnya tidak menjadi penghalang yang berarti. Hafidzakumullah Ya Sayyidi, semoga engkau selalu dalam lindungan Allah Ta'ala, sehingga dapat selalu membimbing dan mendoakan kami. 

Komentar