BERBUAT BAIK KEPADA TEMAN DAN TETANGGA


HADITS TENTANG KEDUDUKAN ORANG YANG BERBUAT BAIK KEPADA TEMAN DAN TETANGGA

Achmad Wahid Bustomi, mahasantri angkatan 2023, kelas B

سنن الترمذي ت شاكر (4/ 333)

1944 - حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ المُبَارَكِ، عَنْ حَيْوَةَ بْنِ شُرَيْحٍ، عَنْ شُرَحْبِيلَ بْنِ شَرِيكٍ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الحُبُلِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خَيْرُ الأَصْحَابِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ، وَخَيْرُ الجِيرَانِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ»: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَأَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الحُبُلِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ

Terjemah :

Dari Abdullah bin Umar ra. berkata, Rasulullah Shalla Allahu alaihi wa sallam : “Sebaik-baiknya teman di sisi Allah adalah sebaik-baiknya mereka kepada temannya, dan sebaik-baiknya tetangga di sisi Allah adalah sebaik-baiknya mereka kepada tetangganya.”  Hadits ini derajatnya Hasan Gharib. Abu Abdirrahman Al-Hubuli memiliki nama Abdullah bin Yazid.

Hukum yang terkandung dalam Hadits

Hadits ini merupakan hadits motivasi untuk melakukan amal kebaikan yang termasuk pada bagian hadits at-Targhib wa at-Tarhib. Hadits ini tidak berisi kewajiban atau larangan melainkan bersisi anjuran berbuat baik kepada sesama manusia. Di dalam hadits ini terdapat penekanan penting untuk berbuat baik terlebih kepada teman dan tetangga. Teman dan tetangga merupakan orang yang terdekat dengan kita. Bentuk kebaikan yang bisa dilakukan kepada teman diantaranya memberikan nasihat kebaikan dan kepada tetangga dengan menghilangkan kesulitan yang sedang menimpanya.[1] Adapun yang dimaksud dengan sebaik-baiknya di sisi Allah Ta’ala, ini memiliki arti pahala paling banyak yang didapat.[2]

Maqashid dalam Hadits

Berbuat baik kepada sesama terutama terhadap teman dan tetangga memiliki hubungan dalam menjaga nyawa (hifdz nafs), agama (hifdz diin), keturunan (hifdz nasl), dan harta (hifdz maal). Tujuan dari hadits ini adalah berbuat kepada teman dan tetangga memهliki kedudukan tersendiri disisi Allah, terlebih lagi kepada teman dan tetangga yang seiman. Di hadits lain Nabi Shalla Allahu alaihi wa Sallam mengungkapkan bahwa seorang muslim dengan muslim yang lain ibarat seperti tubuh yang satu, bila satu anggota tubuh itu sakit maka seluruh anggota tubuh yang lain merasakan sakit pula.[3]

Pertanyaan

1.     Bagaimana kebaikan yang bisa dilakukan kepada seorang muslim kepada saudara muslim lainnya?

Memenuhi hak-hak mereka diantaranya, menjawab salam, mendoakannya ketika bersin, menghadiri undangannya, menjenguknya ketika sakit, dan mengantarkan jenazahnya.[4]

صحيح مسلم (4/ 1704)

4 - (2162) حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ» ح وَحَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " خَمْسٌ تَجِبُ لِلْمُسْلِمِ عَلَى أَخِيهِ: رَدُّ السَّلَامِ، وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ، وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِز " قَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ: «كَانَ مَعْمَرٌ يُرْسِلُ هَذَا الْحَدِيثَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، وَأَسْنَدَهُ مَرَّةً عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ»,

 

2.     Hadits diatas menjelaskan tentang sebaik-baiknya teman dan tetangga disisi Allah Ta’ala, bagaimana dengan penjelasan seburuk-buruknya teman dan teman disisi Allah Ta’ala?

Berbuat buruk kepada teman dan tetangga merupakan akhlak yang buruk dan pelakunya adalah sejelek-jeleknya teman dan tetangga disisi Allah Ta’ala.[5]

فيض القدير (3/ 469)

5581 - خَيْرُ الأَصْحابِ عِنْدَ الله خَيْرُهُمْ لِصاحِبِهِ وخَيْرُ الجِيرانِ عِنْدَ الله خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

(حم ت ك) عن ابن عمرو.

3998 - ...(وخير الجيران عند الله خيرهم لجاره) فكل من كان أكثر خيرا لصاحبه أو جاره فهو الأفضل عند الله تعالى وفي إفهامه أن شرهم عند الله شرهم لصاحبه أو جاره ....الخ

 

3.     Apa hal kebaikan terkecil yang bisa kita lakukan kepada teman?

Memberikan nasihat kebaikan kepadanya.[6]

تحفة الأحوذي (6/ 63(

قَوْلُهُ [1944] (خَيْرُ الْأَصْحَابِ عِنْدَ اللَّهِ) أَيْ أَكْثَرُهُمْ ثَوَابًا عِنْدَهُ (خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ) أَيْ أَكْثَرُهُمْ إِحْسَانًا إِلَيْهِ وَلَوْ بِالنَّصِيحَةِ (وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ) أَيْ وَلَوْ بِرَفْعِ الْأَذَى عَنْهُ



[1] Lihat : Al-Mubarakfuri, Abu Al-Ula Muhammad bin Abdurrahman bin Abdurrohim, Tuhfah Al-Ahwadzi (Beirut : Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, tt), jilid 6, halaman  63.

[2] Ibid.

[3] مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

[4] Lihat : An-Naisaburi, Al-Imam Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi, Al-Musnad As-Shohih Al-Mukhtashor bi Al-Naqd ‘an Al-Naqd ila Rasulillah Shalla Allahu alaihi wa Sallam, (Beirut : Dar Al-Ihya Al-Turots, tt), jilid 4, halaman 1704.

[5] Lihat : Al-Munawi, Al-Imam Abdurro’uf, Faidh Al-Qodir fi Syarh Jami’ As-Shoghir, (Mesir : Maktabah At-Tijariah Al-Kubro, 1356), jilid 3 halaman 469.

[6] [6] Lihat : Al-Mubarakfuri, Abu Al-Ula Muhammad bin Abdurrahman bin Abdurrohim, Tuhfah Al-Ahwadzi (Beirut : Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, tt), jilid 6, halaman  63.

Komentar