Kemuliaan Ahli Hadits


Hadits adalah Segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam baik itu secara ucapan, perilaku atau tindakan, sifat-sifat, dan taqrir atau ketetapan beliau. Hadits memiliki kedudukan yang penting dalam agama Islam, merupakan dasar hukum kedua setelah Al-Qur'an. Hadits hingga saat ini tersebar luas atas jasa Ulama dari masa ke masa yang tekun mempelajari dan mengajarkan kepada ummat Islam. 

Peran Ulama Hadits tidak bisa dilupakan atas tersebar pesatnya Hadits hingga saat ini.
Hadits mulai menjadi objek pencarian oleh Ulama dimulai pada generasi tabi'in. Di sini kita mengenal nama-nama tabi'in besar seperti Said bin Musayyab (menantu Sayyiduna Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu). Mereka mengambil ilmu langsung dari Sahabat Nabi Radliyallahu Anhum Ajmain yang tersebar di berbagai penjuru negeri Islam. Setelah itu dilanjutkan dengan generasi tabi'ut tabi'in dan generasi seterusnya dalam pengembaraan hadits.

Di zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz, selain dikenal sebagai seorang sultan atau pengusaha yang adil beliau juga termasuk perawi hadits yang terkenal. Karena itu, beliau memerintahkan kepada Imam Syihabuddin Az-Zuhri salah seorang ulama besar, Ahli Hadits untuk membukukan Hadits. Hal ini dilakukan agar hadits Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam terjaga. Dari zaman ke zaman pengembaraan hadits terus dilanjutkan oleh Ulama Hadits.
 
Tak bisa dipungkiri bagaimana perjuangan para Muhadditsin dalam hal ini, seperti Imam Bukhari dan Imam Muslim, beliau bukanlah orang Arab Asli tetapi orang Non Arab yang memiliki himmah, ghiroh (tekad dan semangat) yang kuat dalam mempelajari agama terutama di bidang Hadits. Ulama Hadits pergi jauh meninggalkan tanah airnya untuk mencari Hadits. Mereka melakukan itu semua semata mata karena cinta kepada Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam. 

Bila kita renungi tak mungkin seseorang melakukan perjalanan jauh, menghabiskan banyak tenaga dan biaya tanpa mencari yang pasti dia peroleh. Tapi semua itu dilakukan karena kecintaan mereka kepada Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam sehingga lelah, susah dan sebagainya tidak mereka khawatir kan karena janji Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam yang mereka yakini teguh dan kuat, bahwa Allah akan memberikan kemuliaan kepada yang mau mendengarkan sabda mulia Beliau.
 
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ ، حَدَّثَنَا يَحْيَى ، عَنْ شُعْبَةَ ، حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ - مِنْ وَلَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ - عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبَانٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : " نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ ؛ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ ". سنن الترمذي: 2656, سنن ابن ماجه: 230, سنن الدارمي: 235, مسند أحمد: 21590,

Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] telah menceritakan kepadaku [Umar bin Sulaiman] dari putera Umar bin Al Khathab, dari [Abdurrahman bin Aban] dari [Ayahnya] dari [Zaid bin Tsabit] ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semoga Allah memperindah orang yang mendengar hadits dariku lalu menghafal dan menyampaikannya kepada orang lain, berapa banyak orang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih berilmu, dan berapa banyak pembawa ilmu yang tidak berilmu." 

HadlratusSyekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari dalam Syaraf Ahli Hadits, beliau menyebutkan 
ومن شرف أهل الحديث ما رويناه من حديث عبد الله بن مسعود قال: قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ : إن أولى الناس في يوم القيامة أكثرهم علي صلاة». قال ابن حبان: «في هذا الحديث بيان صحيح على أن أولى الناس برسول الله صلى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ أصحاب الحديث؛ إذ ليس في هذه الأمة قوم أكثر صلاة منهم.

Terjemah :
Dan daripada kemuliaan Ahli Hadits adalah sebagai mana kami telah meriwayatkan dari hadits Abdullah bin Mas'ud beliau berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda Sesungguhnya orang yang lebih utama bersamaku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku. Imam Ibnu Hibban berkata, Di dalam hadits ini adalah keterangan yang shahih tentang orang yang lebih dekat dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Aalihi wa Sallam adalah Para Ahli Hadits; karena tidaklah terdapat kelompok dari ummat ini yang paling banyak sholawat-nya daripada mereka. 

Sehingga kemuliaan yang besar bagi mereka yang mau berhubungan dengan hadits Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam. Terlebih kita sebagai mahasantri takhassus hadits, haruslah bagi kita, meniru jalan hidup mereka para Ahli Hadits, terutama setiap kita mendengar dan mempelajari tentang biografi mereka. Jangan hanya sekedar tahu saja, tapi ambil akhlak dan adab mereka kemudian terapkan dalam kehidupan kita. Semoga bermanfaat 

Komentar